Bawang putih dan bawang bombai juga mengalami penurunan dengan besaran yang sama, yakni Rp1.000 per kilogram. Harga bawang putih turun dari Rp40.334 menjadi Rp39.334 per kilogram, sedangkan bawang bombai turun dari Rp28.000 menjadi Rp27.000 per kilogram.
"Komoditas lain yang mengalami penurunan harga di antaranya minyak goreng curah yang turun Rp334 dari Rp19.667 menjadi Rp19.333 per kilogram. Jeruk juga turun Rp1.000 dari Rp19.000 menjadi Rp18.000 per kilogram," tambah Chandra.
Beberapa Komoditas Naik
Meskipun sebagian besar komoditas mengalami penurunan harga, Chandra mencatat ada tiga komoditas yang mengalami kenaikan harga. Komoditas tersebut adalah daging ayam broiler, terong, dan seledri.
"Daging ayam broiler naik Rp1.000 dari Rp28.834 menjadi Rp29.834 per kilogram. Terong naik Rp2.000 dari Rp11.000 menjadi Rp13.000 per kilogram," ujarnya.
Kenaikan harga paling signifikan terjadi pada komoditas seledri, yang melonjak hingga Rp10.000 dari semula Rp15.000 menjadi Rp25.000 per kilogram.
"Harga daging ayam broiler dan terong mengalami kenaikan walaupun tidak signifikan dan tidak mempengaruhi daya beli masyarakat. Namun, harga seledri mengalami kenaikan yang cukup tinggi," kata Chandra.
Komoditas Utama Stabil
Sementara itu, Chandra menegaskan bahwa harga komoditas utama lainnya relatif stabil. Harga beras dengan tiga kualitas berbeda tidak mengalami perubahan, dengan beras kualitas I tetap di harga Rp16.167 per kilogram, beras kualitas II di Rp15.167 per kilogram, dan beras kualitas III stabil pada Rp14.500 per kilogram.
Komoditas penting lainnya seperti gula pasir tetap di harga Rp19.000 per kilogram, tepung terigu segitiga biru di Rp13.000 per kilogram, dan daging sapi stabil pada harga Rp141.667 per kilogram.