"Selain titik kumpul, angkutan ini juga menaikkan anak-anak sekolah di jalan dan di 18 halte yang ada di Padang Panjang. Jadi para pelajar tidak harus ke titik kumpul apabila rumahnya dilalui rute angkot. Tunggu saja di tepi jalan, namun jika tidak, tentu mereka pergi ke 20 titik kumpul yang ada," jelasnya.
Untuk memudahkan identifikasi dan pengawasan, setiap angkot yang berpartisipasi dalam program ini dilengkapi dengan stiker khusus yang memuat kode kendaraan dan informasi tujuan. Sistem penandaan ini membantu para pelajar mengenali angkutan yang sesuai dengan rute perjalanan mereka menuju sekolah.
"Setiap angkot juga tidak hanya sekali saja beroperasi. Mereka akan mengulang rute yang sama paling banyak tiga kali, sampai pukul 07.00 WIB," tambah Arkes, menjelaskan intensitas layanan yang disediakan untuk memastikan semua pelajar dapat terakomodasi.
Program angkutan gratis ini merupakan inisiatif Pemko Padang Panjang yang memiliki dua tujuan utama: memastikan keamanan pelajar dalam perjalanan menuju sekolah dan mendukung eksistensi para sopir angkot di tengah persaingan transportasi yang semakin ketat.
Melalui program ini, Pemko Padang Panjang menunjukkan komitmennya dalam mengintegrasikan layanan publik dengan kebutuhan pendidikan, sekaligus memberdayakan transportasi umum konvensional yang menjadi bagian penting dari ekosistem mobilitas perkotaan. (red)