Data yang dihimpun, delapan wisatawan yang terjebak terdiri dari empat perempuan dan empat laki-laki dengan rentang usia 17 hingga 30 tahun.
Mereka bernama Rindu Santika (30), Selvi Hestiarianti (18), Rika Tasya S (25), Vidya Ramadanis (17), Rajif Palpalo (21), Libra Fernando (21), Rafi Muhammad (21) dan Oki Saputra (25).
Langkah Penanganan Darurat
Setelah menerima laporan, Kantor SAR Kelas A Padang segera mengambil tindakan dengan melakukan komunikasi awal (precom) dan komunikasi lanjutan (excom) bersama pihak Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Wali Nagari Lubuk Gadang Tenggara, dan masyarakat setempat.
Tim rescue dari Unit Siaga SAR Solok Selatan yang terdiri dari empat personel bergerak menuju lokasi pada pukul 21.30 WIB.
Mereka membawa berbagai peralatan penyelamatan yang dibutuhkan dalam operasi evakuasi, antara lain rescue carrier, perahu rafting, peralatan komunikasi, navigasi, medis, vertical rescue, dan peralatan pendukung lainnya.
"Operasi penyelamatan ini memerlukan koordinasi yang baik mengingat lokasi kejadian berada di kawasan terpencil dengan medan yang cukup menantang," katanya.
Hingga saat laporan ini dibuat, delapan korban masih dalam status Dalam Pencarian (DP) dan operasi evakuasi masih berlangsung.
Belum ada informasi terkait kondisi kesehatan para korban, namun tim SAR terus berupaya melakukan evakuasi secepatnya sebelum situasi semakin memburuk.