Menyikapi aktivitas vulkanik tersebut, PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi untuk meminimalisir dampak bencana.
Masyarakat yang bermukim di sekitar Gunung Marapi, termasuk pendaki, pengunjung, dan wisatawan diimbau untuk tidak memasuki atau melakukan kegiatan dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas vulkanik, yaitu Kawah Verbeek.
Penduduk yang tinggal di sekitar lembah, bantaran sungai, atau aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi diminta tetap waspada terhadap potensi bahaya lahar atau banjir lahar, terutama ketika musim hujan tiba.
PVMBG juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut jika terjadi hujan abu untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA).
Pihak berwenang menekankan pentingnya menjaga situasi yang kondusif dengan tidak menyebarkan informasi bohong (hoaks) serta tidak terpancing pada isu-isu yang tidak jelas sumbernya.
Masyarakat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah.
Dalam rangka koordinasi penanganan bencana, Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam diminta untuk selalu berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi di Bandung atau dengan Pos Pengamatan Gunung Marapi yang berlokasi di Jalan Prof. Hazairin No.168 Bukittinggi untuk mendapatkan informasi terkini mengenai aktivitas Gunung Marapi.
Masyarakat dapat memantau perkembangan aktivitas vulkanik dan rekomendasi terkait Gunung Marapi melalui beberapa platform resmi, di antaranya website Badan Geologi (https://geologi.esdm.go.id), website PVMBG (https://vsi.esdm.go.id), website Magma Indonesia (https://magma.esdm.go.id), serta aplikasi Magma Indonesia yang tersedia di Google Playstore.