"Biasanya puncak keramaian terjadi sekitar seminggu menjelang Lebaran, tetapi tahun ini sejak pertengahan Ramadan pengunjung sudah mulai berdatangan dalam jumlah yang cukup signifikan," tutur Imul.
Menurut Imul, perubahan pola belanja masyarakat ini kemungkinan dipengaruhi oleh keinginan untuk melakukan persiapan Lebaran lebih awal. "Mungkin karena masyarakat ingin mengantisipasi lonjakan harga atau kehabisan stok barang favorit mereka menjelang Idul Fitri," tambahnya.
Tak hanya pasar dadakan, beberapa toko konvensional dan gerai kuliner di Pasar Pusat juga menyesuaikan jam operasional mereka hingga pukul 23.00 WIB selama bulan Ramadan. Hal ini memberikan alternatif bagi pengunjung yang ingin berbelanja kebutuhan Lebaran atau sekadar menikmati hidangan kuliner malam di sela-sela aktivitas belanja.
Dengan semakin dekatnya perayaan Idul Fitri, diperkirakan jumlah pengunjung akan terus mengalami peningkatan dalam beberapa hari ke depan. Pihak berwenang dan pengelola pasar mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan mematuhi regulasi yang telah ditetapkan agar suasana pasar tetap kondusif dan nyaman bagi semua pengunjung. (red)