Salah satunya dengan menginstruksikan petugas kebersihan untuk meningkatkan frekuensi pengangkutan sampah, khususnya di wilayah-wilayah strategis seperti permukiman padat penduduk, pasar tradisional, dan sentra kuliner yang ramai dikunjungi selama bulan puasa.
DLH Kota Padang juga menerapkan kebijakan tambahan dengan menambah volume pengangkutan sampah melalui sistem lembur bagi petugas. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir penumpukan sampah yang berpotensi mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat.
Meski telah mengerahkan upaya maksimal dari sisi pemerintah, Fadelan menekankan pentingnya partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat. Ia mengimbau warga Kota Padang untuk lebih bijak dalam mengelola sampah rumah tangga, terutama yang berkaitan dengan konsumsi makanan selama Ramadan.
"Mengatasi ini semua kami mengajak masyarakat untuk mengurangi boros pangan, membeli dan memasak makanan secukupnya agar tidak terjadi pemborosan dan pembuangan makanan berlebih," imbaunya.
Fadelan juga menyampaikan beberapa rekomendasi praktis bagi masyarakat, di antaranya memilah sampah organik dan anorganik untuk memudahkan proses pengelolaan dan mendukung program daur ulang.
Selain itu, warga juga diajak untuk memanfaatkan sisa makanan dengan mengolahnya menjadi pupuk kompos.
"Termasuk menggunakan kemasan ramah lingkungan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai saat membeli takjil atau makanan berbuka puasa," tambahnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Fadelan berharap Kota Padang tetap terjaga kebersihannya selama bulan suci Ramadan.