Upaya revitalisasi tidak hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur fisik, tetapi juga mencakup penataan area pedagang untuk menciptakan ekosistem wisata yang lebih terorganisir tanpa mengurangi ruang bagi pelaku usaha mikro dan kecil di kawasan tersebut.
"Kami tidak hanya menyediakan toilet bersih, tetapi juga menata area pedagang agar lebih rapi. Dengan demikian, wisatawan bisa menikmati Pantai Padang dengan lebih nyaman, sementara pedagang tetap bisa berjualan dengan fasilitas yang lebih baik," tambahnya.
Fadly Amran menekankan bahwa pembenahan Pantai Padang bukan sekadar proyek jangka pendek, melainkan bagian dari strategi pembangunan komprehensif untuk lima tahun ke depan yang bertujuan meningkatkan kualitas pariwisata di Kota Padang.
"Ini bukan hanya program 100 hari kerja, tetapi komitmen kami untuk lima tahun ke depan. Kami ingin menjadikan Pantai Padang sebagai destinasi wisata yang semakin berkelas dan menjadi kebanggaan masyarakat. Oleh karena itu, setiap aspek akan terus kami benahi, dari infrastruktur, fasilitas umum, hingga kenyamanan pengunjung," tegasnya.
Dalam kunjungan lapangan tersebut, Fadly Amran didampingi oleh jajaran pejabat terkait, termasuk Kepala Dinas Pariwisata Yudi Indra Syani, Kepala DLH Fadelan Fitra Masta, Kepala Diskominfo Boby Firman, Camat Padang Barat Pagara Anas bersama lurah setempat, serta Tim Percepatan Pembangunan Kota Padang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang, Try Hadianto, memberikan penjelasan teknis mengenai proyek yang sedang berjalan. Menurut keterangannya, dua unit toilet di kawasan Pantai Padang saat ini sedang direhabilitasi untuk memenuhi standar Adipura.
Bersamaan dengan itu, pengecatan kanstin jalan dan jembatan di sepanjang pantai juga sedang dipercepat pengerjaannya.
"Kami menargetkan seluruh pekerjaan ini rampung sebelum lebaran, sehingga wisatawan bisa menikmati suasana Pantai Padang yang lebih nyaman dan tertata," jelasnya.