Tantangan dan Peluang Pengembangan Kecerdasan Buatan untuk Ekonomi Digital Indonesia

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Selasa, 11 Maret 2025 | 11:17 WIB


Sumbardaily.com, Jakarta - Perkembangan teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin menunjukkan perannya sebagai pengubah lanskap bisnis berbasis teknologi dan penggerak utama pertumbuhan ekonomi global.





Indonesia, dengan tingkat adopsi AI yang tinggi di kawasan Asia Tenggara, memiliki potensi sangat besar untuk memanfaatkan momentum ini dalam mempercepat transformasi digital nasional.





Data terbaru dari Oliver Wyman (2023) mengungkapkan bahwa meskipun baru 13 persen bisnis di Indonesia yang mencapai tahap adopsi AI lanjutan (advanced), lebih dari 80 persen pelaku usaha telah mulai berinvestasi atau mengintegrasikan AI dalam kegiatan operasional mereka.





Proyeksi ekonomi global terkait AI menunjukkan angka yang menjanjikan. McKinsey Global Institute (2023) memperkirakan AI akan menyumbang hingga USD13 triliun terhadap perekonomian dunia pada 2030, setara dengan peningkatan rata-rata Produk Domestik Bruto (PDB) global sebesar 1,2 persen per tahun.





Sementara itu, laporan PwC bahkan memproyeksikan dampak ekonomi AI mencapai USD15,7 triliun pada tahun yang sama.





World Economic Forum (WEF) mengidentifikasi AI sebagai kekuatan pendorong utama dalam era Revolusi Industri 4.0 yang tidak hanya memacu pertumbuhan ekonomi tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru.





Bank Dunia menekankan potensi AI bagi negara berkembang seperti Indonesia, terutama dalam mengurangi kesenjangan digital dan mendorong inovasi di sektor-sektor vital seperti pertanian, kesehatan, dan pendidikan.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X