Momen ini sangat dinantikan mengingat Sumbar telah "puasa" penyelenggaraan Porprov sejak 2018 atau selama tujuh tahun terakhir.
"Titah Gubernur Sumbar untuk melaksanakan Porprov di 2025 bisa segera terlaksana setelah vakum sejak 2018. Momentum ini menjadi gambaran jelas bagaimana pentingnya perkembangan olahraga di Sumbar," kata Moulevey.
Porprov, katanya, memiliki peran strategis dalam ekosistem olahraga daerah. Ajang ini tidak sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pemetaan, seleksi, dan evaluasi atlet sebagai persiapan menuju kompetisi yang lebih besar, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Hamdanus-Dipo berhasil menarik dukungan dari berbagai pemangku kepentingan. Gubernur Sumbar, Mahyeldi secara terbuka memberikan restu kepada pasangan ini.
Dukungan ini semakin menegaskan adanya keseriusan dari pihak eksekutif untuk mendorong kepemimpinan yang solid di tubuh KONI Sumbar.
Dari sisi legislatif, pasangan ini juga mendapat sambutan positif. Mereka telah melakukan pertemuan dengan Ketua DPRD Sumbar, Muhidi, serta tiga Wakil Ketua DPRD sekaligus; Nanda Satria, Evi Yandri Rajo Budiman, dan Iqra Chissa.
Dalam pertemuan tersebut, para pimpinan DPRD Sumbar ini menyatakan dukungan penuh terhadap pencalonan Hamdanus-Dipo.
Tidak hanya dari kalangan pemerintahan, dukungan juga datang dari akar rumput olahraga itu sendiri.