Dalam kesempatan yang sama, Fadly juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah pihak yang turut berkontribusi dalam mensukseskan program pasar murah ini, khususnya dari sektor swasta yang memberikan bantuan dalam bentuk voucher belanja.
"Alhamdulillah, sejumlah perusahaan memberikan dukungan dalam bentuk voucher sembako yang dibagikan kepada masyarakat kita yang kurang mampu. Semoga berkah dan bermanfaat tentunya," tukas Fadly.
Kolaborasi antara pemerintah kota dengan pihak swasta ini menunjukkan adanya sinergi positif dalam upaya meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah yang kerap terdampak oleh kenaikan harga bahan pokok.
11 Titik Pasar Murah
Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Syahendri Barkah, yang turut hadir dalam peninjauan tersebut, menjelaskan bahwa program pasar murah ini telah dimulai sejak 11 Februari 2025 dan diselenggarakan di sebelas titik berbasis kecamatan di seluruh Kota Padang.
"Pada pasar murah ini sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, gula, cabai, minyak goreng dan lainnya dijual dengan harga relatif lebih murah dari harga pasar. Lebih hemat Rp1.000 sampai Rp3.000," jelas Syahendri.
Penyelenggaraan pasar murah di berbagai titik kecamatan ini bertujuan untuk memastikan jangkauan program yang lebih luas dan merata bagi seluruh penduduk Kota Padang.
Dengan pendekatan berbasis kecamatan, diharapkan semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati manfaat dari program ini.
Inovasi menarik dalam program pasar murah tahun ini adalah penerapan sistem voucher belanja yang ditujukan khusus bagi masyarakat kurang mampu.