"Jumlahnya tidak kami hitung, namun didominasi jamaah dari luar Padang, seperti Solok dan Pesisir Selatan," kata Zahar.
Perbedaan penetapan awal Ramadan ini merupakan fenomena yang sudah berlangsung sejak lama di Indonesia, khususnya di kalangan penganut Tarekat Naqsabandiyah yang memiliki metode tersendiri dalam menentukan awal bulan dalam kalender Hijriah. (red)