"Selama 50 tahun, kami telah berdedikasi dalam mengembangkan solusi perawatan luka yang adaptif untuk berbagai kondisi sehari-hari. Antiseptik berbasis Povidone-Iodine telah membuktikan efektivitasnya dalam menangani beragam jenis luka ringan, mendukung pengalaman Ramadan dan mudik keluarga yang lebih aman dan nyaman," jelasnya.
Berdasarkan hasil uji laboratorium, Povidone-Iodine dikenal sebagai antiseptik dengan spektrum luas yang efektif dalam mengeliminasi berbagai mikroorganisme penyebab infeksi, termasuk bakteri, virus, jamur, dan spora.
dr Gia Pratama, seorang dokter dan edukator kesehatan, menekankan pentingnya penanganan segera pada setiap luka terbuka, sekecil apapun.
"Pembilasan dengan air bersih memang merupakan langkah awal yang penting, namun tidak cukup untuk mengeliminasi kuman penyebab infeksi. Povidone-Iodine bekerja dengan mekanisme penetrasi dinding sel mikroorganisme, secara efektif menghentikan pertumbuhan bakteri, virus, jamur, dan spora. Hal ini berkontribusi pada percepatan proses penyembuhan dan pencegahan komplikasi," papar dr Gia.
Risiko Penggunaan Alkohol sebagai Antiseptik
Masih banyak masyarakat yang mengandalkan alkohol sebagai antiseptik untuk membersihkan luka, praktik yang sebenarnya dapat kontraproduktif.
Fitria Dewi Astari, Brand Manager Wound Care, menjelaskan bahwa penggunaan alkohol sebagai antiseptik luka dapat menimbulkan berbagai masalah.
"Alkohol tidak hanya menyebabkan rasa perih yang berlebihan tetapi juga dapat merusak jaringan sehat dan memperlambat proses penyembuhan. Selain itu, alkohol memiliki keterbatasan dalam membunuh mikroorganisme, terutama spora yang berpotensi menyebabkan infeksi," ungkapnya.