Semangat kompetisi turut mewarnai festival ini melalui perlombaan Malamang antar-RW. Setelah melalui penilaian yang cermat dari dewan juri dengan mempertimbangkan berbagai aspek seperti teknik pengolahan, cita rasa, dan kerjasama tim, RW 003 berhasil menyabet gelar juara pertama.
"Momentum ini sangat berharga untuk mempererat tali silaturahmi masyarakat Kelurahan Jati melalui tradisi Malamang. Melihat kekompakan Bundo Kanduang Kelurahan Jati membuat saya bangga. Tradisi ini harus terus dijaga dan dilestarikan agar tidak lekang oleh waktu," ungkap Muhidi, Ketua DPRD Sumbar.
Diko Eka Putra, Camat Padang Timur, menyoroti pentingnya melibatkan generasi muda dalam pelestarian tradisi ini.
"Apresiasi tinggi kami berikan kepada Bundo Kanduang Kelurahan Jati atas penyelenggaraan festival ini. Ke depan, kita perlu lebih banyak melibatkan anak-anak muda agar mereka memahami dan dapat meneruskan warisan pembuatan lamang. Jika konsisten dikembangkan, Kelurahan Jati berpotensi menjadi destinasi Kampung Lamang yang dikenal luas," paparnya.
Lebih jauh, Diko menekankan bahwa festival ini bukan sekadar ajang memasak, melainkan wadah pelestarian nilai-nilai luhur budaya Minangkabau.
"Kegiatan seperti ini mengandung makna mendalam tentang kebersamaan, gotong royong, dan kearifan lokal yang harus terus dijaga. Harapannya, tahun mendatang festival ini bisa lebih semarak dengan partisipasi aktif generasi muda," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Bundo Kanduang Kelurahan Jati, Ita, mengungkapkan bahwa festival ini memiliki misi ganda.
"Selain mempererat hubungan antarwarga, kami ingin membangkitkan kembali tradisi yang mulai jarang ditemui. Kami berharap dapat membangkitkan batang tarandam dan menjadikan Kelurahan Jati sebagai ikon Kampung Lamang," jelasnya.