Melihat kondisi tersebut, Y langsung berteriak histeris, yang kemudian mengundang perhatian kakek dan kakak korban yang berada di rumah, serta warga sekitar.
Dalam hitungan menit, kakek korban bersama warga setempat bergegas menurunkan jasad dan memindahkannya.
"Dari penyelidikan awal dan informasi yang kami dapatkan di lokasi kejadian, dugaan kuat motif korban mengakhiri hidupnya adalah karena masalah hubungan asmara," tambah Hendri.
Pihak kepolisian berencana melakukan visum terhadap jenazah korban. Namun, ayah korban berinisial S (43) menolak dengan memberikan surat pernyataan yang disaksikan oleh kakak korban dan ketua RT setempat.
Jenazah korban telah diidentifikasi oleh tim Inafis Polresta Padang dan direncanakan akan dimakamkan esok hari, Kamis (13/2/2025).
Polisi tetap melanjutkan penyelidikan untuk memastikan tidak ada unsur pidana dalam kasus ini.
"Meski keluarga menolak visum, kami tetap akan mendalami kasus ini sesuai prosedur yang berlaku," pungkas Hendri. (red)