"Melalui menu ini, perusahaan dapat memperbarui informasi terkait data tenaga kerja dan besaran upah. Hal ini membantu kami memperoleh data tunggakan yang akurat sesuai dengan kondisi aktual perusahaan," terang Maulana.
Lebih lanjut, program digitalisasi ini memiliki dampak ganda. Selain mengoptimalkan proses administrasi, sistem ini juga mendorong kedisiplinan pembayaran iuran dari perusahaan dan PK/BU.
"Dengan sistem yang lebih efisien, kami dapat memfokuskan energi pada pengembangan hubungan dengan mitra dan peningkatan layanan lainnya," tambahnya.
Untuk memastikan kesuksesan program ini, BPJS Ketenagakerjaan Solok berkomitmen melakukan evaluasi berkala terhadap target penggunaan SIPP.
"Kami menyediakan kelas virtual tambahan dan pelatihan tatap muka untuk memberikan pendampingan komprehensif kepada para pengguna," pungkas Maulana.
Melalui inovasi digital ini, BPJS Ketenagakerjaan Solok membuktikan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan dan mengoptimalkan proses administrasi demi kepuasan seluruh pemangku kepentingan di wilayah Solok Raya. (red)