Sumbardaily.com, Padang Panjang – Memasuki awal tahun 2025, Kota Padang Panjang menghadapi tantangan ekonomi berupa ketidakstabilan harga komoditas pangan.
Fenomena ini terungkap dalam Rapat Pengendalian Inflasi yang diselenggarakan secara virtual di Ruang VIP Lantai II Balai Kota, dengan kehadiran Forkopimda dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Dalam rapat yang dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, terungkap bahwa Indeks Perkembangan Harga (IPH) Padang Panjang mencapai angka 5,35.
Angka ini mengindikasikan fluktuasi yang cukup signifikan pada harga komoditas pangan di wilayah tersebut.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Padang Panjang, Winarno mengungkapkan bahwa lonjakan harga terutama terjadi pada komoditas cabai merah.
"Fenomena ini dipicu oleh menurunnya pasokan, sementara permintaan konsumen tetap tinggi. Faktor curah hujan yang intens ditambah dengan berakhirnya masa panen berkontribusi pada ketidakseimbangan antara supply dan demand," jelasnya.
Dari pemantauan terhadap 14 komoditas utama, delapan di antaranya mengalami tren kenaikan harga.