"Tidak hanya terbatas pada pelajar atau mahasiswa, kami juga membuka kesempatan bagi para profesional berusia di bawah 25 tahun yang belum menikah. Ini adalah upaya untuk menciptakan kolaborasi yang lebih inklusif," ujarnya.
Para duta wisata terpilih nantinya akan mengemban peran ganda, tidak hanya sebagai duta pariwisata tetapi juga sebagai duta konsumsi ikan melalui Forikan, serta berperan dalam pengembangan UMKM bersama Dekranasda.
"Mengingat beragamnya peran yang akan diemban, para kandidat dituntut memiliki berbagai soft skill, termasuk kemampuan public speaking yang mumpuni serta kapasitas dalam membangun jaringan dan kerja sama," tambah Vanny.
Transformasi konsep ini mencerminkan upaya Kota Padang dalam mengoptimalkan peran duta wisata sebagai agen perubahan yang tidak hanya fokus pada sektor pariwisata, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan sosial dan ekonomi daerah.
Melalui pendekatan kolaboratif ini, diharapkan dapat tercipta dampak yang lebih signifikan bagi masyarakat Kota Padang. (red)