Terobosan signifikan ditorehkan melalui proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk Jalan Trans Papua ruas Jayapura-Wamena segmen Mamberamo-Elelim dengan nilai investasi Rp3,3 triliun.
Perusahaan plat merah ini juga memenangkan proyek Pembangunan Flyover Panorama I di Sumatera Barat dengan skema Design, Build, Finance, Operate, Maintain, and Transfer (DBFOMT).
Sepanjang 2024, beberapa ruas JTTS baru telah diresmikan, termasuk Jalan Tol Indrapura-Kisaran seksi I (15,6 km) dan ruas Tebing Tinggi-Indrapura (28 km) pada Februari 2024.
Dilanjutkan dengan peresmian Jalan Tol Pekanbaru-Padang ruas Bangkinang-XIII Koto Kampar (24,7 km) pada Mei 2024, serta Jalan Tol Sigli-Banda Aceh dan Binjai-Pangkalan Brandan pada September 2024.
Keberhasilan operasional JTTS tercermin dari peningkatan Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR). Ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung mencatat LHR 9.297 kendaraan per hari, naik 5,27% dari tahun sebelumnya.
Sementara di Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta Selatan (JORR-S), LHR mencapai 145.053 kendaraan per hari, meningkat 8,72%.
Transformasi digital menjadi fokus utama Hutama Karya dalam meningkatkan efisiensi operasional. Implementasi sistem "HK SHIELD" memungkinkan pemantauan aspek Kesehatan, Keselamatan, Keamanan, dan Lingkungan (QHSSE) secara real-time.
Inovasi ini mengantarkan perusahaan meraih penghargaan The Best Company Concerned QHSE dari Indonesia QHSE Sustainability for Business Awards 2024.