Dalam pelaksanaan operasi ini, Polda Sumbar menerapkan berbagai strategi pengamanan komprehensif. Selain pengamanan fisik, pihak kepolisian juga melibatkan ormas keagamaan untuk meningkatkan toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah dan perayaan tahun baru dapat berlangsung aman tanpa gangguan.
Untuk mengantisipasi kejahatan konvensional, kepolisian akan melakukan pemetaan dan patroli rutin dengan melibatkan pengamanan swakarsa, terutama pada jam dan lokasi rawan.
Masyarakat juga difasilitasi dengan layanan penitipan kendaraan di kantor-kantor kepolisian bagi yang akan berpergian dalam waktu lama.
Antisipasi bencana alam juga menjadi perhatian khusus dalam operasi ini. Polda Sumbar berkoordinasi dengan TNI, Pemerintah Daerah, BMKG, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi selama periode Nataru.
Komunikasi Publik dan Apresiasi
Strategi komunikasi publik menjadi salah satu fokus utama dalam pelaksanaan operasi ini. Masyarakat akan terus diinformasikan mengenai layanan kepolisian, pesan-pesan kamtibmas, dan penerapan rekayasa arus lalu lintas agar seluruh layanan dapat berjalan optimal.