Suami Irat, Bapak Utia Rahmad (37), bahkan sempat menolong tapir dengan menurunkan air di kolam untuk mencegah hewan tersebut tenggelam.
"Awalnya kami takut, sebab ini pertama kalinya kami melihat satwa seperti ini," ungkapnya.
Ade Putra menegaskan bahwa tapir akan melalui proses observasi dan rehabilitasi. "Jika sudah dinyatakan sehat, kami akan melepaskan kembali satwa ini di wilayah konservasi yang sesuai," jelasnya.
Kejadian ini kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dan melindungi satwa langka yang masih tersisa di kawasan hutan Sumbar. (red)