Polairud dituntut untuk secara konsisten menunjukkan eksistensinya sebagai garda terdepan Polri dalam melindungi wilayah perairan dan udara Nusantara.
Implementasi nyata perlindungan tersebut tercermin melalui berbagai upaya strategis. Mulai dari penjagaan wilayah perbatasan Indonesia yang berbatasan laut dengan 10 negara, membangun sinergisitas dengan kementerian dan lembaga terkait.
Selain itu menjalin kerja sama dengan kepolisian negara sahabat, dan penegakan hukum terhadap kejahatan transnasional di wilayah laut Indonesia.
Dalam konteks Pilkada 2024, Suharyono mengharapkan Polairud berperan aktif sebagai agen pendingin sistem sosial. Mereka dituntut untuk senantiasa menggelorakan narasi persatuan dan kesatuan, serta menghilangkan residu polarisasi pasca-pemilihan.
"Perlu saya ingatkan kembali, saat ini kita masih berada pada tahapan Pilkada 2024. Untuk itu, saya harapkan Polairud dapat terus mengantisipasi berbagai kerawanan dan potensi konflik," ucap Suharyono. (red)