Menanggapi permintaan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, memaparkan bahwa penanganan bencana telah dilakukan secara terkoordinasi sejak erupsi pertama terjadi pada 3 November 2024 dini hari.
Tim gabungan yang terdiri dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Sosial, TNI, Polri, dan pemerintah daerah telah bergerak cepat melakukan evakuasi warga terdampak.
"Tadi pagi kami juga sudah melakukan rapat koordinasi yang dipimpin oleh Bapak Wakil Presiden. Sejak erupsi tanggal 3 dini hari yang lalu, seluruh tim gabungan telah langsung melakukan penyelamatan dan evakuasi warga," jelas Pratikno dalam laporannya.
Data terkini menunjukkan lebih dari 13 ribu warga telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari dampak erupsi. (red)