Di kedainya, pengunjung dapat menikmati berbagai menu termasuk nasi goreng, mie rebus, dan teh hitam Kayu Aro yang merupakan produk lokal.
Progress Pembangunan dan Anggaran
Meski sudah dapat dimanfaatkan, pembangunan jalan ini masih menyisakan sekitar 5,6 kilometer yang belum diaspal.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) merencanakan penuntasan proyek pada tahun 2025 dengan kebutuhan anggaran tambahan sekitar Rp35 miliar, yang akan dialokasikan untuk pengaspalan dan pelebaran badan jalan arah Bayang sepanjang 625 meter.
Sejak awal pembangunan, Pemprov Sumbar telah mengalokasikan dana APBD secara bertahap. Tahun 2021 Rp27,3 miliar, tahun 2022: Rp16,2 miliar, tahun 2023: Rp23 miliar, tahun 2024: Rp9,5 miliar, dan rencana 2025: Rp35 miliar.
Dengan hampir selesainya pembangunan jalur alternatif ini, diharapkan akan semakin mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di kedua wilayah.
Kemudahan akses tidak hanya menguntungkan sektor perdagangan, tetapi juga membuka peluang bagi pengembangan destinasi wisata di kedua kabupaten. (red)