Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid yang mendampingi kunjungan tersebut, mengungkapkan adanya roadmap modernisasi hingga tahun 2029.
"Renovasi pos pengamatan yang lebih nyaman akan meningkatkan efektivitas rotasi pegawai," ujarnya.
Badan Geologi, sebagai unit di bawah Kementerian ESDM, mengemban tugas utama dalam mitigasi bencana geologi, termasuk bencana gunung api.
Melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), lembaga ini melakukan pemantauan 24 jam terhadap 127 gunung api aktif di Indonesia.
Program modernisasi peralatan pemantauan gunung api, yang telah ditetapkan sebagai prioritas nasional sejak 2023, sudah menyentuh 16 gunung api.
Target penyelesaian program ini adalah tahun 2031, mencakup tiga aspek utama: penambahan stasiun pemantauan, pemutakhiran perangkat, serta pengembangan sistem akuisisi dan analisis data pemantauan.
Sejalan dengan program tersebut, renovasi pos pengamatan gunung api yang dimulai sejak 2018 terus berlanjut secara bertahap.
Pemerintah menargetkan seluruh pos pengamatan selesai direnovasi dan dilengkapi pada tahun 2029, sehingga dapat memberikan fasilitas yang lebih memadai bagi para pengamat dalam menjalankan tugas mitigasi di lapangan.