Venny Rosalina, dosen Tari UNP yang juga koreografer komunitas Payung Sumatera Dance Theater, menjelaskan, 25 orang peserta berasal dari mahasiswa semester 1 hingga 5 Prodi Tari dan Sendratasik UNP.
Mereka dipilih berdasarkan kedisiplinan dan komitmen untuk mengikuti kegiatan secara penuh. Menurut Venny, pemahaman tubuh diri sendiri merupakan hal penting bagi seorang performer.
"Kami berharap peserta dapat menemukan tubuhnya sendiri. Selama workshop akan ada proses praktik dan sharing yang diharapkan dapat membangun pemahaman baru di luar teori dan praktik yang selama ini mereka pelajari," tuturnya.
Pada hari terakhir, para peserta akan menampilkan karya mereka dalam sebuah pertunjukan apresiasi yang terbuka untuk mahasiswa UNP dan komunitas yang diundang.
Setelah pertunjukan, akan ada diskusi kekaryaan yang dipimpin oleh Dede Pramayoza, Kaprodi Seni Teater ISI Padangpanjang, dan Tatang R Macan, dosen Prodi Seni Teater ISI Padangpanjang, serta dimoderatori oleh Angelique Maria Cuaca.
Kolaborasi antara UNP, IPS, dan ISI Padangpanjang ini diharapkan dapat memperkenalkan dan menginspirasi mahasiswa seni untuk mengembangkan kreativitas melalui metode pertunjukan kontemporer yang memadukan elemen akting, tari, dan musik. (red)