Suryani Sabri, yang akrab disapa Buk Yen, selaku produsen JMK, membawa beragam varian rendang yang menggabungkan tradisi dengan inovasi.
"Kami tidak hanya memperkenalkan rendang klasik seperti rendang daging, lokan, dan jengkol, tetapi juga menghadirkan kreasi baru berupa rendang tempe dan rendang kecombrang," papar Suryani.
Inovasi ini mencerminkan upaya adaptasi kuliner tradisional Minang terhadap selera pasar global. Keikutsertaan dalam IFFE 2024 merupakan pencapaian signifikan bagi JMK sebagai representasi UMKM Sumbar.
"Dari sekian banyak produsen rendang, kami merasa beruntung dapat berpartisipasi dalam event internasional ini. Harapannya, kuliner khas Minangkabau bisa semakin dikenal di kancah global," ungkap Suryani penuh optimisme.
Festival yang digelar di Jeonju City ini menjadi platform strategis untuk memperkenalkan kekayaan kuliner Minangkabau ke pasar internasional.
Pemprov Sumbar memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat posisi rendang sebagai salah satu makanan fermentasi yang telah diakui dunia.
Melalui partisipasi dalam IFFE 2024, Pemprov Sumbar tidak hanya mempromosikan produk lokal, tetapi juga membuka peluang investasi dan kerja sama ekonomi yang lebih luas dengan negara-negara peserta lainnya.
Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong internasionalisasi UMKM dan memperkuat fondasi ekonomi daerah melalui sektor kuliner.