Pakar dari Universitas Paramadina Ungkap Ekspektasi dan Tantangan Gen-Z di Dunia Kerja

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Sabtu, 26 Oktober 2024 | 07:26 WIB
Ilustrasi Gen-Z (Foto: Freepik/Tirachardz)
Ilustrasi Gen-Z (Foto: Freepik/Tirachardz)


Sumbardaily.com, Jakarta — Memahami karakteristik dan ekspektasi Generasi Z (Gen-Z) dalam dunia kerja menjadi fokus diskusi "Gen-Z & Work Ethic Problem" yang diselenggarakan Universitas Paramadina.





Forum yang menghadirkan sejumlah pakar dan praktisi ini mengupas berbagai aspek terkait Gen-Z yang diprediksi akan mendominasi 27 persen tenaga kerja pada 2025.





Director Corporate Affairs GoTo, Nila Marita, mengungkapkan bahwa Gen-Z memiliki kebutuhan distingtif dalam lingkungan kerja, terutama terkait transparansi informasi dan kesempatan pengembangan diri.





"Di GoTo, kami memfasilitasi kebutuhan tersebut melalui program seperti Engineering Bootcamp dan Associate Product Manager Bootcamp. Program ini terbukti meningkatkan rasa bermakna karyawan karena mereka dapat melihat dampak langsung dari kontribusi mereka," jelasnya.





Psikolog sekaligus dosen Universitas Paramadina, Tia Rahmania menyoroti fenomena tekanan yang dialami Gen-Z akibat orientasi hasil instan dan tuntutan work-life balance.





"Kecenderungan mengutamakan hasil akhir dibanding proses sering memicu stres pada Gen-Z. Hal ini berkontribusi pada tingginya tingkat perpindahan kerja dan preferensi mereka terhadap lingkungan kerja non-toksik serta fleksibel," paparnya.





Ketua Program Studi Manajemen Universitas Paramadina, Adrian Wijanarko, memaparkan hasil riset yang menunjukkan 62 persen Gen-Z membutuhkan pengakuan atas harga diri dalam konteks kompensasi kerja.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X