Meski demikian, Audy melihat peluang besar di sektor pertanian dan peternakan Indonesia, terutama bagi generasi muda yang ingin memasuki dunia usaha.
Ia menekankan bahwa sektor peternakan masih sangat potensial, didukung oleh pertumbuhan populasi, peningkatan pendapatan kelas menengah, dan harga daging yang relatif terjangkau dibandingkan jenis pangan lainnya.
"Pilihan untuk menekuni jurusan di Fakultas Pertanian sangatlah tepat. Dibanding bidang lain, pertanian menyimpan prospek yang jauh lebih besar. Fakta bahwa 34 persen dari total angkatan kerja di Indonesia berada di sektor pertanian menunjukkan betapa vitalnya sektor ini bagi perekonomian kita," ungkapnya.
Audy juga mengingatkan bahwa jumlah lulusan sarjana setiap tahunnya jauh melebihi ketersediaan lapangan kerja di sektor formal, termasuk Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Oleh karena itu, ia mendorong mahasiswa untuk bersungguh-sungguh dalam belajar dan mempersiapkan diri menjadi pencipta lapangan kerja melalui kewirausahaan.
"Pemerintah telah menyiapkan berbagai program untuk mendukung sektor pertanian di masa depan, termasuk program makan siang gratis untuk sekolah-sekolah yang membutuhkan pasokan telur, daging ayam, dan susu. Ini merupakan peluang emas bagi kalian yang ingin memulai bisnis di sektor ini," tambahnya.
Dengan pemaparan yang komprehensif ini, Audy berharap dapat memotivasi generasi milenial, khususnya mahasiswa pertanian, untuk mengembangkan potensi kewirausahaan mereka dan memanfaatkan peluang bisnis yang muncul di era digital.
Ia menekankan bahwa kombinasi antara pemahaman teknologi dan pengetahuan di bidang pertanian dapat menjadi modal berharga bagi mereka yang ingin sukses di dunia bisnis modern. (red)