Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Koya Padang, Edi Hasymi menilai, penyebab tebalnya kabut asap di Kota Padang karena kiriman asap dari provinsi lain. Ditambah lagi pengaruh El Nino dan faktor arah angin.
Faktor angin yang mengarah ke barat atau barat daya ini, menjadikan Kota Padang terdampak pencemaran udara dengan kondisi tidak sehat. Asap terbawa angin menuju ke arah barat.
“Dengan kondisi alamiah ini, kita berharap masyarakat dapat mengerti dengan kondisi yang tengah terjadi,” ujar Edi.
Masyarakat diimbau agar mengenakan masker, mengurangi aktifitas di luar ruangan bagi kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil dan lanjut usia (lansia)
“Kemudian banyak mengonsumsi buah hingga meminum air putih yang cukup,” sebutnya.
Selain itu, untuk tidak memperparah kondisi, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran.
Seperti bakar sampah yang telah disapu di rumah-rumah, kemudian juga ada yang membakar jerami, membakar ban dan sebagainya. (*/red)