Dialog Kejayaan Bangsa untuk Rektor Unand Masa Jabatan 2023-2028

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Sabtu, 2 September 2023 | 13:15 WIB
Dialog Kejayaan Bangsa dalam rangka pemilihan Rektor Unand masa jabatan 2023-2028. (Foto: Dok Humas Unand)
Dialog Kejayaan Bangsa dalam rangka pemilihan Rektor Unand masa jabatan 2023-2028. (Foto: Dok Humas Unand)



Sementara Prof Fasli Jalal mengungkapkan bahwa rektor yang terpilih harus dapat dengan cepat mengidentifikasi potensi sumber daya manusia dan fasilitas yang dimiliki universitas. Ia menekankan pentingnya membangun sinergi dan semangat kerja yang solid di antara dosen dan mahasiswa.





“Dengan 170 guru besar, didukung 800 doktor dengan berbagai keilmuan dan dosen muda yang punya pengalaman di bidang masing-masing, ini mampu menggerakkan mahasiswa sarjana serta pascasarjana dalam berbagai kegiatan karena kampus merdeka memungkin hal tersebut,” ujar Mantan Wakil Menteri Pendidikan Nasional ini.





Prof Musliar Kasim melihat kebutuhan Unand untuk memiliki seorang rektor yang mengenal baik masalah universitas, sumber daya manusianya, fasilitas laboratorium, ruang kuliah, dan aset universitas. Selain itu, rektor juga harus memiliki kemampuan bisnis untuk mengembangkan unit-unit bisnis di universitas.





“Selain itu, juga harus memiliki sense of bisnis untuk bisa mengembangkan menjadi unit bisnis, untuk investasi atau untuk membangun kerja sama,” ungkapnya.





Di sisi lain, Prof Werry menekankan bahwa rektor Unand ke depan harus memiliki kemampuan untuk mewujudkan kesepakatan yang sudah dibuat bersama dengan memanfaatkan sumber daya yang ada.





Hal yang sama juga diungkapkan oleh Prof Tafdil Husni. Baginya perubahan budaya kerja dilayani (mindset government) harus berubah menjadi melayani (mindset corporate).





Selain itu, ia berpendapat bahwa seorang rektor harus memiliki peran ganda sebagai akademisi dan CEO yang mampu mencari dana, membangun unit-unit usaha, dan tidak hanya mengandalkan dana dari mahasiswa, tetapi juga dari unit usaha lain yang dibangun universitas.





"Sumber dana tidak boleh banyak berasal dari mahasiswa namun dari unit usaha lain yang dibangun,” kata Tafdil Husni. (*/red)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X