"Mereka takut akan isu proyek strategis nasional. Kalau itu jadi pasti tanahnya akan disita oleh negara. Padahal proyek strategis nasional ini masih diusulkan, belum terjadi apa-apa," ungkap Suharyono.
Ketakutan itu membuat delapan orang ini menggelontorkan dana ratusan juta untuk mensponsori aksi demo warga. (red)