“Ledakan diduga karena tingginya kadar gas metana atau hidrokarbon CH4 di dalam lubang tambang,” jelas Octavianto.
Octavianto menyampaikan, tim pencarian akan melakukan briefing untuk memastikan apakah ada korban lain sebelum menutup operasi pencarian.
Sebelumnya diberitakan, tambang batu bara di Kota Sawahlunto meledak, Jumat pagi (9/12/2022) sekitar pukul 08.20 WIB.
Ledakan terjadi di lokasi PT Nusa Alam Lestari, Parambahan, Kecamatan Talawi persisnya di lubang SD C2 atau Lori 2. (ik)