“Dengan kuota pertalite yang ditambah 180.321 kiloliter akan mencukupi kebutuhan hingga akhir tahun nanti,” ujar Agus.
Sementara untuk bio solar, lanjut Agus, kuota awal untuk Sumbar 407.879 kiloliter, naik menjadi 495.001 kiloliter. Kenaikannya hingga 21 persen atau 87.122 kiloliter.
Kebutuhan bio solar di Sumbar pada September 2022 sekitar 57.050 kiloliter, sementara bio solar yang tersedia hingga akhir tahun 131.000 kiloliter.
Baca Juga:
Bawa Senjata Tajam, 85 Remaja Pelaku Tawuran Diamankan Polisi
“Kami melihat proyeksi kebutuhan hingga akhir 2022 dengan asumsi kebutuhan sebulan 57.000 kiloliter. Maka total kebutuhan hingga akhir tahun mencapai 145.000 kiloliter dan ketersediaan itu hanya 131.000 kiloliter. Artinya ada kekurangan sekitar 14.000 kiloliter,” papar Agus.
Di sisi lain, untuk distribusi bahan bakar minyak bersubsidi jenis pertalite rata-rata per hari dari Januari hingga Agustus 1.861 kiloliter dan bio solar 1.305 kiloliter.
Kemudian rata-rata penyaluran harian pada September 2022 untuk pertalite 1.902 kiloliter per hari dan bio solar 1.580 kiloliter per hari.
Menurut Agus, pihaknya mencoba menyiasati agar kebutuhan yang ada dapat bertahan hingga akhir tahun. Salah satunya dengan melakukan sosialisasi dan mengajak masyarakat menggunakan bahan bakar yang tepat.