Dalam Islam, mendidik anak tidak dapat dipisahkan dari bagaimana seseorang memperlakukan orang tuanya. Birrul walidain bukan hanya ibadah personal, tetapi juga investasi akhlak lintas generasi. Sebab, di sanalah anak belajar tentang hormat, empati, dan batas kekuasaan dalam relasi.
Penulis meyakini, menjaga adab kepada orang tua adalah salah satu bentuk ketaatan yang dampaknya melampaui diri sendiri. Ketika adab runtuh pada generasi dewasa, anak-anaklah yang pertama kali membayar harganya. Dan ketika adab ditegakkan, meski dalam sunyi, ia akan tumbuh menjadi cahaya yang menerangi generasi berikutnya.
Sebagaimana firman Allah SWT yang memerintahkan manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tua setelah perintah mentauhidkan-Nya, hal itu menegaskan bahwa adab bukan urusan pinggiran, melainkan inti dari bangunan iman dan peradaban keluarga. (*)