Hasilnya, kerugian yang ditimbulkannya mencapai sekitar Rp21 Milyar per-hari. Kerugian ini belum termasuk puluhan restoran dan toko serta aktifitas ekonomi lainnya di Kota Padang Panjang dan sekitarnya yang tidak melakukan transaksi.
Bencana yang dialami oleh Provinsi Sumatera Barat kali ini sudah dapat dipastikan berpengaruh besar terhadap sendi-sendi perekonomian secara keseluruhan.
Salah satunya sesuai dengan rilis Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Barat pada awal bulan Januari yang lalu, dimana tingkat inflasi Sumatera Barat bulan Desember 2025 mencapai angka 5,15 persen.
Pada tahun 2024 yang lalu angka inflasi kita cenderung tinggi pada bulan-bulan awal sampai dengan bulan Juni, yaitu rata-rata sekitar 4 persen.
Lalu kemudian melandai mulai bulan Juli dan terus turun sampai dengan bulan Desember (0,89 persen). Kondisi yang berbeda kita alami pada tahun 2025 yang lalu.
Melandai pada bulan-bulan awal (kecuali bulan April sktr 2,38 persen), angka inflasi kita terus naik dan mencapai puncaknya pada bulan Desember 2025 yang lalu.
Demikian juga dengan kinerja perdagangan (ekspor dan impor). Sebenarnya kinerja ekspor Sumatera Barat tahun 2025 relatif baik dibandingkan dengan tahun 2024.