Sebagian angka-angka statistik ekonomi diatas mungkin akan menjadi lebih buruk lagi beberapa waktu ke depan karena begitu banyak sentra-sentra produksi pertanian yang terdampak.
Kontribusi sektor pertanian, kehutanan dan perikanan terhadap PDRB Sumatera Barat tahun 2024 yang lalu sebesar 21,18 persen (setara Rp31,44 triliun), mungkin akan terkoreksi mengingat begitu luasnya lahan pertanian yang terdampak saat ini.
Demikian juga halnya dengan kontribusi sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 16,82 persen (setara Rp24,96 triliun), akan terkontraksi juga sesuai dengan kinerja ekspor impor yang telah disampaikan di atas.
Fenomena alam tidak akan pernah berubah dimana bencana alam selalu akan terjadi. Kita berharap tahun 2026 ini cuaca ekstrim tidak seganas pada tahun-tahun sebelumnya dan kita harus segera mengambil langkah nyata menyiapkan program mitigasi bencana.
Struktur anggaran yang kita susun harus berorientasi kepada pencegahan dan mengantisipasi, bukan hanya dialokasikan untuk merespon kejadian bencana. Kerusakan dan kerugian yang kita alami puluhan trilyun mungkin dapat kita cegah seandainya puluhan milyar dialokasikan untuk program-program mitigasi yang juga dikenal dengan istilah silent work.
Mitigasi bencana adalah kerja sunyi dan keberhasilannya tidak terlihat. Banyak yang beranggapan bahwa program mitigasi adalah pekerjaan yang sia-sia dan program yang tidak perlu. Padahal sesungguhnya program mitigasi bukan spending money (belanja), melainkan investasi.
Ekonom John Maynard Keynes mengatakan bahwa Pemerintah berperan penting dalam mengatur kegiatan ekonomi, terutama dalam situasi krisis.