Oleh :
Rudy Rinaldy (Kepala Dinas Kominfotik Sumatera Barat)
Yosi Suryani (Dosen Politeknik Negeri Padang)
Penghujung tahun 2025 yang lalu merupakan salah satu penghujung tahun yang menyedihkan buat Sumatera Barat, padahal duka yang mendalam akibat bencana alam sejenis tahun 2024 yang lalu masih ada.
Tanggal 7 dan 8 Maret, kemudian disusul tanggal 10 dan 11 Mai tahun 2024, adalah dua peristiwa kejadian bencana alam yang masih segar dalam ingatan kita.
Ekonomi Sumatera Barat ketika itu masih tertatih-tatih mengejar ketertinggalan dan sedang berupaya bangkit sambil melawan serangan inflasi.
Belum pulih dari luka dan duka tersebut, kembali Sumatera Barat didera bencana alam hidrometeorologi dengan skala yang lebih besar.
Namun kali ini Sumatera Barat tidak sendirian menghadapi bencana alam tersebut. Provinsi Sumatera Utara dan Aceh juga menutup tahun 2025 dengan kesedihan.
Bencana alam di 3 Provinsi di Sumatera ini yang menewaskan lebih dari 1.000 orang, sekali lagi menegaskan bahwa kita masih tidak terlalu peduli dengan upaya mitigasi bencana alam, terlepas dari bencana alam itu terjadi akibat kelalaian kita bersama.