Dengan mengubah nitrogen menjadi bentuk yang dapat diserap akar, Fitoplankton membantu meningkatkan kesuburan tanah secara alami.
Teknologi ini dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia yang merusak lingkungan. Salah satu jenis yang terkenal adalah Spirulina, yang banyak dikonsumsi sebagai suplemen karena kaya protein, vitamin, dan mineral. Bahkan beberapa penelitian menyebutnya sebagai kandidat pangan masa depan.
Ketika Keseimbangan Rusak
Namun Fitoplankton juga dapat menjadi ancaman ketika lingkungan tidak seimbang. Jika air mengandung terlalu banyak nutrisi akibat limbah rumah tangga, pupuk pertanian, atau kotoran ternak, populasi mereka bisa meledak.
Fenomena ini disebut bloom. Air yang
terkena bloom biasanya berubah hijau pekat, berlendir, dan berbau. Beberapa jenis menghasilkan racun yang berbahaya bagi manusia dan hewan.
Masyarakat Sumatera Barat mungkin tidak asing dengan fenomena kematian ikan massal di Danau Maninjau. Peristiwa ini berkaitan dengan menurunnya kadar oksigen air dan terganggunya keseimbangan ekosistem perairan.
Jika mikroorganisme air tidak seimbang,
dampaknya bisa langsung terasa bagi kehidupan manusia, termasuk ekonomi masyarakat sekitar.
Apa Pelajaran bagi Remaja?