Dari Tanah Suci ke Etalase Toko: Ke Mana Arah Mukena Kita Hari Ini?

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Jumat, 20 Februari 2026 | 22:53 WIB
Ilustrasi mukena. (Dok. Lazada)
Ilustrasi mukena. (Dok. Lazada)



Shalat yang seharusnya menjadi pertemuan paling intim dengan Allah, pelan-pelan terancam berubah menjadi aktivitas yang dipenuhi distraksi visual.





Perbandingan paling jujur bisa kita lihat saat umrah dan haji. Di Tanah Suci, jutaan perempuan dari berbagai bangsa dan kelas sosial mengenakan mukena yang hampir seragam: polos, sederhana, dan fungsional.





Tidak ada lomba motif. Tidak ada penanda status sosial. Yang kaya dan yang miskin berdiri sejajar, sujud di tempat yang sama, dengan pakaian yang nyaris tak membedakan siapa mereka di dunia.





Ironisnya, ketika Ramadan dan Lebaran tiba di negeri sendiri, mukena justru berubah menjadi etalase pamer tak kasat mata. Tren berganti cepat, koleksi harus “update”, motif harus “yang lagi naik”. Tak sedikit orang yang membeli bukan karena butuh, tetapi karena takut tertinggal. Bahkan ada yang memaksakan diri membeli mukena mahal, padahal kondisi keuangan sedang tidak baik.





Lebaran yang seharusnya menjadi momen merendahkan hati dan mempererat empati sosial, perlahan bergeser menjadi ajang pembanding: siapa pakai apa, siapa beli yang terbaru, siapa terlihat paling “niat” secara tampilan. Di titik ini, ibadah berisiko kehilangan ruhnya, dan kesederhanaan—yang justru menjadi pesan utama Islam—tersisih oleh gengsi.





Padahal salah satu tujuan besar syariat adalah mengikis kesenjangan simbolik, agar tidak terlalu cemplang antara si kaya dan si miskin. Agar semua orang bisa beribadah dengan tenang, tanpa rasa minder, tanpa tekanan sosial, tanpa merasa “kurang pantas” hanya karena tidak mengikuti tren.





Tulisan ini bukan seruan menolak keindahan. Islam mencintai keindahan. Namun keindahan dalam ibadah adalah yang menenangkan jiwa, bukan yang menyilaukan mata. Mukena yang sederhana sering kali justru lebih jujur: ia membantu hati hadir, fokus, dan tunduk sepenuhnya kepada Allah.





Mungkin sudah saatnya kita menggeser pertanyaan. Bukan lagi, “Mukena mana yang sedang tren?” Melainkan, “Mukena seperti apa yang paling menolongku khusyuk saat berdiri menghadap Allah?”

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Gunung dan Wisata Masa Depan

Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Jembatan Cinta-nya Rasuna Said

Senin, 3 Agustus 2026 | 20:18 WIB

Berani Jujur Hebat

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:59 WIB

Nestapa Perundungan di Sekolah

Selasa, 28 Juli 2026 | 10:30 WIB

Lautaro Martínez dan Dua Asis Messi

Kamis, 16 Juli 2026 | 20:09 WIB

Meluruskan Kesalahan Fatal Jam Gadang

Sabtu, 6 Juni 2026 | 18:14 WIB
X