Menurut Jimenez, sejak awal De la Fuente sudah memperlihatkan karakter yang membuatnya berbeda dibanding banyak pelatih lain. Ia menggambarkan rekannya itu sebagai pribadi yang mudah bekerja sama dan selalu menunjukkan sikap positif dalam setiap kesempatan.
"Luis dan saya adalah rekan setim selama beberapa tahun, kemudian kami kembali bekerja bersama di akademi Sevilla. Di atas segalanya, ia adalah sosok yang baik dan rekan kerja yang hebat," ujar Jimenez kepada FIFA, dilansir Jumat (17/7/2026).
Bagi Jimenez, karakter tersebut menjadi modal penting yang kemudian mengantarkan De la Fuente menuju posisi tertinggi di sepak bola Spanyol. Di balik sikap rendah hati yang dimilikinya, terdapat ambisi besar untuk terus berkembang sebagai pelatih.
Ia menilai De la Fuente sejak lama memiliki perhatian besar terhadap pembinaan pemain muda. Tidak hanya berusaha meningkatkan kualitas para pemain, ia juga terus mengembangkan kemampuan dirinya sebagai pelatih agar mampu mengikuti perkembangan sepak bola modern.
Jimenez mengungkapkan bahwa etos kerja De la Fuente menjadi salah satu faktor utama yang membedakannya. Menurutnya, pelatih Spanyol tersebut selalu bekerja keras dan tidak pernah menyerah dalam mengejar target yang ingin dicapai.
"Bahkan saat itu ia selalu ingin membantu para pemain muda dan terus mengembangkan dirinya di dunia sepak bola. Ia bekerja sangat keras dan tidak pernah menyerah. Ia pantas mendapatkan semua pencapaian yang diraihnya," kata Jimenez.
Ia pun mengaku bangga melihat perjalanan karier mantan rekannya tersebut yang kini dipercaya memimpin tim nasional Spanyol hingga mampu membawa La Roja kembali menembus partai puncak Piala Dunia FIFA 2026.
Bagi Jimenez, keberhasilan De la Fuente menjadi bukti bahwa dedikasi, kerja keras, dan komitmen terhadap pengembangan pemain dapat menghasilkan pencapaian besar di level tertinggi sepak bola internasional.