Ia menegaskan bahwa untuk menjadi juara dunia, setiap tim harus mampu melewati berbagai rintangan berat sejak babak gugur hingga semifinal. Brasil memang memiliki sejarah panjang sebagai juara dunia, tetapi Jepang dinilainya sedang berkembang ke arah yang sangat positif.
Optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Marcus Tulio Tanaka pernah merasakan langsung atmosfer kompetisi level tertinggi dunia.
Pada level klub, ia menjadi bagian dari skuad Urawa Red Diamonds yang finis di posisi ketiga dalam ajang pendahulu Piala Dunia Antarklub FIFA pada 2007.
Sebelumnya, ia juga memperkuat Jepang pada Turnamen Sepak Bola Olimpiade Putra 2004 sebelum tampil di Piala Dunia 2010 bersama Samurai Biru.
Selama membela Jepang, Tulio mencatatkan 43 penampilan internasional. Di level klub, ia menjalani karier selama 18 musim di J.League dengan hampir 500 pertandingan.
Sebagai bek, ia dikenal memiliki kemampuan bertahan yang kuat. Dalam beberapa kesempatan, ia bahkan dipercaya bermain sebagai penyerang ketika tim membutuhkan tambahan daya gedor.
Meski wajahnya sangat dikenal masyarakat Jepang, Marcus Tulio Tanaka justru merasa kehidupan paling nyaman berada jauh dari sorotan publik, yakni di kota kecil Palmeira d'Oeste.
Di sana, ia tidak sekadar menikmati masa pensiun, tetapi juga berusaha memberikan manfaat bagi masyarakat yang telah membesarkannya.