Marcus Tulio Tanaka Tak Bisa Pilih Jepang atau Brasil, Tapi Yakin Samurai Biru Melaju di Piala Dunia 2026

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Senin, 29 Juni 2026 | 18:05 WIB
Marcus Tulio Tanaka (Foto: KAI Tokyo)
Marcus Tulio Tanaka (Foto: KAI Tokyo)



Lahir di Brasil dari ayah keturunan Jepang generasi kedua dan ibu berdarah Brasil-Italia, Marcus Tulio Tanaka hijrah ke Jepang ketika masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Adaptasi yang dijalaninya berjalan cepat hingga kurang dari lima tahun kemudian ia berhasil menembus J.League bersama Sanfrecce Hiroshima.





Perjalanan kariernya terus menanjak hingga akhirnya dipanggil memperkuat tim nasional Jepang pada 2006. Bersama Samurai Biru, ia kemudian tampil di berbagai ajang bergengsi dunia dan menjadi salah satu bek paling disegani.





Kini, pada usia 45 tahun, Marcus Tulio Tanaka menjalani kehidupan yang sangat berbeda dibanding masa aktifnya sebagai pesepak bola profesional. Ia membagi waktunya antara kunjungan rutin ke Jepang dan kehidupan yang jauh lebih tenang di pedesaan Brasil.





Mantan bek tangguh tersebut memilih menetap di Palmeira d'Oeste, kota kecil dengan populasi sekitar 10.000 jiwa yang berjarak sekitar 600 kilometer dari Sao Paulo. Kehidupan sederhana di kawasan pedesaan itu menjadi pilihan yang sejak kecil telah ia impikan.





Dalam wawancara eksklusif menjelang laga Jepang kontra Brasil di babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026, Tulio mengaku sama sekali tidak merindukan kehidupan sebagai pesepak bola profesional.





Menurutnya, selama 23 tahun berkarier di dunia sepak bola, seluruh hidupnya tercurah untuk olahraga tersebut. Kini ia ingin menikmati kehidupan yang benar-benar diinginkannya sejak kecil, yakni tinggal di peternakan, memancing, serta hidup berdampingan dengan sapi dan kuda.





Ia menjelaskan bahwa lingkungan tempat tinggalnya sangat tenang karena tidak memiliki lampu lalu lintas. Kondisi tersebut membuat ritme kehidupan masyarakat berjalan santai tanpa hiruk-pikuk kota besar.





Baginya, kebebasan untuk pergi ke sungai kapan saja, melihat peternakan sapi, hingga membeli kuda menjadi bentuk kebahagiaan yang selama ini ia dambakan. Berbeda ketika berada di kota besar, di mana ia masih sering diminta tanda tangan maupun foto oleh para penggemar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

PSMS Medan Waspadai Kebangkitan Semen Padang FC

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:37 WIB
X