berita

Emak-Emak di Padang Geram Lihat Pendemo Bakar Ban di Tengah Kabut Asap

Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:03 WIB
Emak-emak protes pembakaran ban saat aksi demo di depan Rutan Padang di tengah kondisi kabut asap karhutla. (Foto: flowmedia.id)


Sumbardaily.com – Sejumlah emak-emak di Kota Padang turun tangan memadamkan ban bekas yang dibakar sekelompok demonstran di depan Rumah Tahanan (Rutan) Padang, Senin (19/10/2026). Aksi tersebut dipicu kekesalan warga terhadap kepulan asap hitam dan bau menyengat di tengah kondisi kabut asap yang melanda kota itu.





Peristiwa tersebut mewarnai unjuk rasa kelompok pemuda yang mengatasnamakan organisasi BMSBM. Aksi yang semula berlangsung di depan kompleks rutan itu memanas setelah warga setempat memprotes tindakan pembakaran ban yang dinilai memperburuk kualitas udara.





Ketegangan bermula ketika massa membakar ban bekas di dekat kompleks Rutan Padang. Asap hitam pekat yang mengepul disertai bau menyengat membuat warga sekitar merasa terganggu. Kondisi itu memicu reaksi warga, terutama kaum ibu, yang kemudian mendatangi lokasi demonstrasi.





Sejumlah emak-emak terlihat menyampaikan protes dengan nada tinggi kepada para peserta aksi. Mereka juga mengambil tindakan langsung dengan berupaya memadamkan api yang masih membakar ban bekas tersebut.





Warga menilai pembakaran ban tidak tepat dilakukan ketika Kota Padang tengah menghadapi persoalan kabut asap. Selain menimbulkan polusi tambahan, asap hasil pembakaran tersebut dikhawatirkan semakin mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat di sekitar lokasi.





Salah seorang warga setempat, Hendra, mengatakan masyarakat tidak mempermasalahkan hak warga untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, menurutnya, cara menyampaikan aspirasi tetap perlu mempertimbangkan kondisi lingkungan dan dampaknya terhadap orang lain.





“Kami tidak mempermasalahkan bentuk aksi yang mereka lakukan. Tapi pembakaran ban ini memperburuk kondisi udara. Asap pekat dan baunya menyengat sekali, sangat mengganggu warga. Aksi emak-emak tadi murni bentuk emosi spontan melihat kondisi lingkungan yang makin parah,” ujar Hendra.


Halaman:

Tags

Terkini