Menurut Hendra, reaksi emak-emak tersebut muncul secara spontan karena warga merasa terganggu oleh asap pembakaran ban. Mereka tidak mempersoalkan demonstrasi sebagai bentuk penyampaian aspirasi, tetapi keberatan terhadap tindakan yang dinilai memperburuk kondisi udara di tengah kabut asap.
Aksi warga yang memprotes demonstran itu sempat direkam dan menyebar di media sosial hingga menjadi viral. Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah warga meluapkan kekesalan kepada peserta unjuk rasa sebelum akhirnya api dari ban bekas berhasil dipadamkan.
Peristiwa tersebut menjadi sorotan karena memperlihatkan respons warga terhadap pembakaran ban di tengah kondisi udara yang sedang terganggu kabut asap. Protes emak-emak itu sekaligus menunjukkan keberatan masyarakat terhadap tindakan demonstrasi yang dinilai menambah asap dan bau menyengat di lingkungan mereka. (*)