berita

BPBD Solok Sisir Sungai Pascagalodo untuk Antisipasi Ancaman Bencana Susulan

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:07 WIB
Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok kembali membersihkan aliran sungai yang terdampak banjir bandang pada Minggu (18/10/2026). (Foto: BPBD Kab Solok)



BPBD Kabupaten Solok Siapkan Susur Sungai





Selain melanjutkan pembersihan, BPBD Kabupaten Solok juga akan melakukan susur sungai untuk memeriksa kondisi aliran setelah diterjang galodo. Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi material yang masih tersisa akibat banjir bandang serta memetakan lokasi yang berpotensi menimbulkan ancaman.





Hasil pemeriksaan tersebut nantinya menjadi bahan untuk menentukan langkah penanganan lanjutan. Dengan mengetahui kondisi sungai dan titik-titik yang berisiko, upaya pengurangan ancaman bencana susulan diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah.





Pembersihan dan susur sungai menjadi bagian dari rangkaian pemulihan pascabencana di Arosuka. Langkah ini juga menunjukkan bahwa pekerjaan penanganan bencana tidak berhenti ketika status tanggap darurat dinyatakan berakhir.





BPBD Kabupaten Solok menyatakan akan terus bekerja selama masih terdapat dampak bencana yang perlu ditangani dan keselamatan masyarakat harus dijaga.





“Kami bekerja bukan untuk pujian, bukan pula untuk penghargaan. Ini adalah tugas, amanah, dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan dengan sepenuh hati,” demikian keterangan BPBD Kabupaten Solok.





Di tengah kondisi sungai yang masih membutuhkan penanganan, tim BPBD tetap melanjutkan pekerjaan pembersihan dan persiapan pemeriksaan lapangan. Material berupa lumpur, bebatuan, serta sisa-sisa bencana menjadi bagian dari kondisi yang harus ditangani dalam proses pemulihan lingkungan.





BPBD Kabupaten Solok menegaskan komitmennya untuk tetap hadir di tengah masyarakat. Penanganan dampak galodo akan dilanjutkan sebagai bagian dari tanggung jawab kemanusiaan dan upaya menjaga keselamatan warga.





“Karena bencana boleh berlalu, tetapi tanggung jawab kemanusiaan tidak boleh berhenti,” demikian penegasan BPBD Kabupaten Solok dalam unggahan tersebut. (*)

Halaman:

Tags

Terkini