Proporsi tersebut kembali naik menjadi 61,1 persen pada Juli 2026. Pada Oktober 2026, persentase warga yang kurang atau tidak yakin terhadap perkembangan Kopdes Merah Putih mencapai 71 persen.
Di sisi lain, keyakinan masyarakat terhadap prospek koperasi tersebut mengalami penurunan. Responden yang menyatakan sangat atau cukup yakin Kopdes Merah Putih akan berkembang tercatat sebesar 43,3 persen pada November 2025. Pada Oktober 2026, angkanya menyusut menjadi hanya 15,6 persen.
Dengan demikian, hasil survei terbaru menunjukkan bahwa mayoritas responden belum yakin terhadap prospek perkembangan Kopdes Merah Putih di wilayah mereka. Pada saat bersamaan, ketidakpuasan terhadap pelaksanaan MBG juga berada pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan November 2025.
SMRC Kaitkan Penilaian Program dengan Kepuasan kepada Presiden
Deni Irvani menjelaskan bahwa penilaian masyarakat terhadap kedua program tersebut berkaitan dengan tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Deni, MBG dan Kopdes Merah Putih merupakan program unggulan pemerintah. Karena itu, penilaian masyarakat terhadap pelaksanaan kedua program tersebut turut menjelaskan perubahan kepuasan publik terhadap kinerja presiden.
“MBG dan Kopdes Merah Putih adalah program unggulan pemerintah. Buruknya penilaian warga atas kedua program ini ikut menjelaskan menurunnya kepuasan publik pada kinerja Presiden Prabowo,” jelas Deni Irvani, dikutip Sabtu (17/10/2026).
Metode dan Jumlah Responden Survei SMRC
Survei SMRC melibatkan warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dalam pemilihan umum. Populasi penelitian mencakup penduduk berusia 17 tahun atau lebih maupun mereka yang telah menikah ketika survei dilaksanakan.
Populasi tersebut dibagi menjadi dua subpopulasi berdasarkan kepemilikan telepon seluler. Pada kelompok warga yang memiliki telepon seluler, sebanyak 1.013 responden dipilih secara acak menggunakan metode double sampling. Wawancara dilakukan melalui telepon.