Pendirian Pondok Alquran tersebut ditujukan untuk memperkuat pembinaan generasi muda agar tumbuh menjadi generasi Qurani yang mampu berprestasi secara berkelanjutan. Program ini juga diarahkan untuk menyediakan tempat pembinaan, pengasuhan, dan pelatihan bagi anak-anak di setiap kecamatan.
Maigus menjelaskan, keberadaan Pondok Alquran diharapkan dapat mendukung proses pembinaan yang terarah sehingga anak-anak memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan meningkatkan prestasi di bidang Alquran.
"Pondok Alquran akan menjadi pusat pembinaan pengasuhan dan pelatihan anak-anak di setiap kecamatan guna melahirkan generasi Qurani yang berprestasi dan mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi," jelas Maigus.
Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya Pemko Padang bersama LPTQ untuk menjaga kesinambungan pembinaan peserta MTQ. Dengan adanya pusat pembinaan di masing-masing kecamatan, pengembangan kemampuan anak-anak di bidang Alquran diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
MTQ ke-42 Diikuti 636 Kafilah
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang Raju Minropa, selaku Ketua Pelaksana MTQ Nasional ke-42 tingkat Kota Padang, melaporkan bahwa kegiatan tersebut diikuti sebanyak 636 kafilah dari 11 kecamatan.
Para peserta berkompetisi dalam 13 cabang lomba. Penyelenggaraan MTQ Nasional tingkat kota ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan Kota Padang menghadapi MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pada 2027.
Keterlibatan ratusan kafilah dalam berbagai cabang perlombaan menjadi bagian dari proses penjaringan dan pembinaan peserta untuk menghadapi kompetisi pada tingkat yang lebih tinggi. Persiapan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam penyelenggaraan MTQ Nasional ke-42 tingkat Kota Padang.
Selain melaporkan pelaksanaan kegiatan, Raju juga menyampaikan hasil kesepakatan mengenai penetapan kecamatan yang akan menjadi tuan rumah MTQ Nasional tingkat Kota Padang untuk tiga tahun mendatang.