Tito menjelaskan, kenaikan pada sektor transportasi berkaitan dengan meningkatnya harga bahan bakar minyak (BBM). Perubahan harga tersebut dipengaruhi oleh konflik geopolitik global.
Meski demikian, ia meminta pemerintah daerah memberikan perhatian khusus terhadap harga kebutuhan pangan. Menurut Tito, pergerakan harga makanan dan minuman berkaitan langsung dengan kondisi ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Tapi sektor yang paling critical yang harus kita jaga betul adalah makanan minuman, karena berhubungan langsung dengan rakyat yang kelas bawah,” sambung Mendagri.
Pernyataan tersebut menjadi penekanan bagi pemerintah daerah agar tidak hanya memantau perkembangan inflasi secara nasional, tetapi juga mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok di wilayah masing-masing.
Sejumlah Daerah Diminta Perkuat Pengendalian Inflasi
Tito secara khusus meminta daerah yang mencatatkan inflasi tinggi segera mengambil langkah pengendalian. Pada tingkat provinsi, wilayah yang menjadi perhatian meliputi Sulawesi Utara, Maluku Utara, Gorontalo, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah.
Sementara itu, pada tingkat kabupaten, daerah yang disebut meliputi Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Gorontalo, Nabire, hingga Kapuas.
Adapun pada tingkat kota, daerah yang masuk dalam perhatian pemerintah yakni Manado, Kotamobagu, Ternate, Sorong, dan Banjarmasin.
Tito meminta pemerintah daerah di wilayah-wilayah tersebut memperkuat koordinasi dengan instansi terkait untuk menentukan komoditas yang perlu distabilkan. Langkah ini diperlukan agar kenaikan harga di daerah tidak mendorong inflasi nasional semakin mendekati batas yang ditetapkan pemerintah.