Gempa terjadi pada sore hari ketika guncangan turut dirasakan di beberapa daerah di Sumbar. Berdasarkan estimasi peta guncangan BMKG, Kabupaten Pasaman mengalami intensitas III MMI, sedangkan Kota Bukittinggi dan Kota Padang Panjang diperkirakan merasakan getaran dengan intensitas II–III MMI.
Perbedaan intensitas tersebut menggambarkan tingkat getaran yang dirasakan masyarakat di masing-masing wilayah. Hasil estimasi itu juga menjadi gambaran sebaran dampak guncangan berdasarkan analisis BMKG.
Getaran Gempa Terasa hingga Bukittinggi dan Padang Panjang
Berdasarkan keterangan BMKG, intensitas III MMI di Kabupaten Pasaman menunjukkan bahwa getaran dapat dirasakan secara nyata di dalam rumah. Sensasi yang ditimbulkan digambarkan menyerupai getaran ketika sebuah truk sedang melintas.
Sementara itu, wilayah Kota Bukittinggi dan Kota Padang Panjang diperkirakan mengalami intensitas II–III MMI. Pada tingkat tersebut, getaran dapat dirasakan oleh sebagian orang hingga banyak orang, bergantung pada kondisi setempat.
Dalam penjelasan BMKG, intensitas III MMI menggambarkan guncangan yang dirasakan banyak orang dan terasa nyata di dalam rumah, seolah-olah ada truk yang berlalu. Selain itu, benda-benda ringan yang digantung juga dapat bergoyang akibat getaran.
Peta estimasi guncangan tersebut digunakan untuk menggambarkan wilayah yang merasakan gempa berdasarkan hasil analisis BMKG. Meski tingkat intensitas menunjukkan adanya getaran yang dirasakan masyarakat, informasi itu tidak serta-merta menandakan terjadinya kerusakan bangunan.
Belum Ada Laporan Kerusakan dan Gempa Susulan
Hingga informasi tersebut disampaikan, belum terdapat laporan mengenai kerusakan akibat gempa bumi bermagnitudo 4,0 yang mengguncang Pasaman.
BMKG juga memantau kemungkinan terjadinya gempa bumi susulan atau aftershock setelah peristiwa tersebut. Berdasarkan hasil pemantauan hingga Minggu (11/10/2026) pukul 17.40 WIB, belum terdeteksi aktivitas gempa bumi susulan.