Jumlah evakuasi terbanyak tercatat di kawasan Perumahan Lumin Park, Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah. Sebanyak 178 jiwa dievakuasi dari kawasan yang meliputi Cluster Grandia, Cluster Lumin Park, dan Lumin Park.
Dalam penanganan banjir tersebut, sejumlah unsur terlibat, antara lain Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar), Pemerintah Kota (Pemko) Padang, Basarnas, TNI, Polri, relawan kebencanaan, serta masyarakat setempat.
Peralatan yang digunakan meliputi perahu penyelamatan, mobil ambulans, tali-temali, helm penyelamatan, pelampung, mobil rescue dan truk serba guna.
"Masyarakat diminta mewaspadai sejumlah potensi bencana susulan yang perlu diwaspadai, yakni banjir, banjir bandang, tanah longsor dan pohon tumbang," katanya.
Salah satu penanganan darurat yang diperlukan adalah perbaikan tanggul jebol di daerah aliran Sungai Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji.
Perbaikan tanggul tersebut menjadi bagian penting dalam penanganan dampak banjir, terutama untuk mengurangi risiko terhadap permukiman di sekitarnya.
"Masyarakat di wilayah terdampak perlu meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan deras kembali terjadi. BPBD Kota Padang terus melakukan pendataan dan penanganan berdasarkan kondisi di lapangan. Data mengenai jumlah warga terdampak, kerusakan rumah, serta kondisi infrastruktur dapat berubah seiring perkembangan situasi bencana," pungkasnya. (*)